Lupa Nganter Sampai Ke Kelas

by publisherngapak

sedang heboh antara pro dan kontra tentang perintah menteri tentang mengantar anak sekolah di hari pertama. Dan karena libur sudah berakhir, maka 18 Juli 2016 saya mengantar anak-anak masuk sekolah, dan bagi2 tugas. Saya njemput si kecil di rumah nenek, karena kemarin waktu main ke rumah teman si bungsu ketinggalan, dan sesudah saya jemput langsung saya antarkan ke TK Al Falah Bobosan Purwokerto.

Sedikit cerita tentang Paud dan TK Al Falah, hehehe.. Awalnya Al Falah hanya sebuah pondokan, tahun 2008, ketika saya sowan ke Pak Imam Mujahid,  khusus untuk pengajian Al Qur’an Metode Qiroati Purwokerto. Saat itu kondisinya masih di tengah sawah, untuk masuk ke sana saja motor tidak bisa masuk, harus jalan kaki kurang lebih 300 meter. Masjid masih panggok bambu, atapnya alang-alang. Tempat untuk mengaji-pun, kondisinya sama, saya tidak tahu persis waktu itu santrinya berapa.

2013 saya dan istri sowan lagi, kondisi sudah berubah, masjid sudah bangunan bagus permanen, pondokan ada 8 kamar dengan 2 lantai, lantai bawah 4 kamar dan lantai atas 4 kamar. Dalemnya Pak Imam masih sederhana, lantai plester biasa, dan pagarnya dari bambu. Pak Imam bercerita bahwa, ada seorang yang kaya, membiayai semua bangunan dan masjid Pondok, dengan satu syarat, yaitu ketika meninggal dikubur di sebelah Barat Masjid, itu saja.

2016 ini, kondisi sudah lebih berubah lagi, pondok untuk tempat ngaji tambah menjadi 32 kamar, dengan 2 lantai, berarti untuk bawah 16 kamar dan atas 16 kamar.

Pendidikan

Awalnya hanya pondok untuk ngaji Qur’an metode Qiraati saja, tetapi Juli 2015 kemarin, dibuka pendidikan umum, yaitu PAUD dan TK Qiraati Al Falah. Angkatan pertama terdiri dari 2 kelas, 15 anak Paud, dan 15 Anak TK A.

Visi PAUD/TK Qiraati Al Falah adalah menjadikan santri-santrinya nanti akan menjadi Hafal Al Qur’an 30 Juz sebelum mereka lulus SD Qiraati Al Falah. Oya, hampir lupa, Yayasan Al Falah yang membawahi pendidikan ini, nantinya akan membuka SD juga,  dan siswanya adalah angkat pertama PAUD dan TK Qiraati ini. Nanti angkatan pertama ini akan menjadi siswa SD AL Falah, juga.

Untuk santri yang ikut Pendidikan Formal ini, kegiatannya adalah pagi jam 7.30 masuk dan mengaji Qiraati sampai selesai, setelah itu baru masuk sekolah PAUD. Dan sore jam 3 sampai jam 5.30 mereka ngaji qiraati juga.

Hehehe, itu cerita sedikit tentang AL Falah, kembali ke topik pembicaraan utama, tadi pagi ota sudah masuk ke Kelas A TK Qiraati dan pulangnya dijemput ibunya.  Saya njemput si ozil di MI, dan fathur pulang sendiri dari TK karena letaknya di depan rumah 😀

Yang jadi persoalan tadi nganter ozil dan fathur berangkat ngaji qiraati ke Al Falah, saya langsung pulang, dan lupa tidak mengantarkan fathur ke kelas langsung, karena ini adalah kelas baru bagi fathur, karena dia biasanya ngaji pagi ini ngaji sore, berarti kelasnya pindah, saya tidak tahu apa yang terjadi, nunggu fathur pulang nanti sore.

Pesan Pak Menteri

Saya tidak tahu persis pesan Kemendikbud, karena saya hanya baca satir dan sindiran di medsos fesbuk tentang itu. Tetapi ada benarnya juga, ketika orang tua memang harus mengantar anak di hari pertama sekolah. Tetapi masih ada komanya, yaitu khusus bagi siswa baru kelas 1 SD/MI saja, karena mereka itu baru. Dan jika kelas dari sekolah untuk kelas 1 lebih dari 1, kalo hanya satu ya tetap harus diantar ding, hanya saja sampai ke kelasnya saja. Berbeda dengan yang lebih dari satu, orang tua harus menanyakan dulu ke pihak sekolah, si anak kelas 1 A, B, C atau berapa, kemudian diantar ke ruangnya. Karena anak kelas 1 kan tidak tahu hehehe…

Udah akh capai, dan tulisan ini termasuk panjang juga, karena sampai 561 kata.

 

 

Advertisements